Rabu, 17 Februari 2010

DOA YANG INDAH

Aku meminta kepada Allah untuk menyingkirkan penderitaanku.

Allah menjawab, Tidak. Itu bukan untuk Kusingkirkan, tetapi agar

kau mengalahkannya.

Aku meminta kepada Allah untuk

menyempurnakan kecacatanku. Allah menjawab, Tidak. Jiwa

adalah sempurna, badan hanyalah sementara.

Aku meminta kepada Allah untuk menghadiahkanku kesabaran.

Allah menjawab, Tidak. Kesabaran adalah hasil dari kesulitan; itu

tidak dihadiahkan, itu harus dipelajari.

Aku meminta kepada Allah

untuk memberiku kebahagiaan. Allah menjawab, Tidak. Aku

memberimu berkat. Kebahagiaan adalah tergantung padamu.

Aku

meminta kepada Allah untuk menjauhkan penderitaan. Allah

menjawab, Tidak. Penderitaan menjauhkanmu dari perhatian

duniawi dan membawamu mendekat padaKu.

Aku meminta kepada Allah untuk menumbuhkan rohku. Allah

menjawab, Tidak. Kau harus menumbuhkannya sendiri, tetapi Aku

akan memangkas untuk membuatmu berbuah.

Aku meminta

kepada Allah segala hal sehingga aku dapat menikmati hidup.

Allah menjawab, Tidak. Aku akan memberimu hidup, sehingga kau

dapat menikmati segala hal.

Aku meminta kepada Allah

membantuku mengasihi orang lain, seperti Ia mengasihiku. Allah

menjawab.., akhirnya kau mengerti. HARI INI ADALAH MILIKMU

JANGAN SIA-SIAKAN. Bagi dunia kamu mungkin hanyalah

seseorang, Tetapi bagi seseorang kamu adalah dunianya.

Sahabat Hikmah...
Suatu hari seorang ayah dan anaknya sedang istirahat duduk di tepi sungai. Ayahnya kemudian mengambil persediaan air dan meminumnya. " Bismillah...Alhamdulillah...air ini nikmat sekali. "
Sang Ayah berkata kepada anaknya, “Air ini ciptaan Allah yang luar biasa, dia bisa menghilangkan dahaga dan menambah tenaga. Air adalah sumber kehidupan makhluk hidup, tanpa air semua makhluk hidup akan matii.”

Pada saat yang bersamaan, seekor ikan mendengarkan percakapan itu dari bawah permukaan air, ia mendadak menjadi gelisah dan ingin tahu apakah air itu, yang katanya nikmat sekali, ciptaan Allah yang luar biasa, bisa menghilangkan dahaga dan menambah tenaga, dan sumber kehidupan makhluk hidup, serta tanpa air semua makhluk hidup akan matii. Ikan itu berenang dari hulu sampai ke hilir sungai sambil bertanya kepada setiap ikan yang ditemuinya, “Hai, tahukah kamu dimana air ? Aku telah mendengar percakapan manusia yang luar biasa tentang air.”

Ternyata semua ikan tidak mengetahui dimana air itu, si ikan semakin gelisah, lalu ia berenang menuju mata air dan bertemu dengan temannya Si Katak. Kepada Katak Si Ikan ini menanyakan hal serupa, “Katak.. tahukah kamu diimanakah air ?”
Katakpun tertawa dan menjawab , “Tak usah gelisah temanku, air itu telah mengelilingimu, sehingga kamu bahkan tidak menyadari kehadirannya. Memang benar, air itu luar biasa, sumber kehidupan dan tanpa air kita akan mati. Tetapi untuk mengetahuinya mari ikut denganku" Si katak melompat ke atas daun teratai diikuti oleh ikan. "Hap...hap...hap aku disini tidak bisa bernafas." kata ikan, dan ikanpun melompat kembali ke air sungai. Akhirnya ikan tersebut memahami apa itu air, dan air itu memang luar biasa dan sumber kehidupannya.


Sahabat Hikmah…
Manusia kadang-kadang mengalami situasi seperti si ikan,
Mencari kesana kemari tentang kehidupan dan kebahagiaan,
Padahal ia sedang menjalaninya dan menyelaminya,
Bahkan kebahagiaan sedang melingkupinya sampai-sampai dia tidak menyadarinya.

Nikmat Tuhan itu seperti air di sekeliling ikan,
Sangat banyak melingkupi kehidupan kita,
Sehingga kita kadang tak sadar bahwa semuanya adalah nikmat-Nya.
Kita mengeluh mendapat musibah,
Padahal kita tidak pernah bersyukur atas nikmat yang tak terhingga.
Kita merasakan nikmat sehat bila kita sakit,
Kita merasakan nikmat kaya, setelah kita jatuh miskin,
Kita merasakan nikmat kebersamaan setelah orang dekat kita tiada,
Seperti ikan merasakan nikmat air ketika dia di daratan.

Firman Allah :
“ Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dari segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung ni`mat Allah, tidaklah dapat kamu menghitungnya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zholim dan sangat mengingkari (ni`mat Allah).” (QS Ibrahim ayat 34)

Sahabat Hikmah…
Kebahagiaan itu tidak bisa dicari,
Kebahagiaan itu tidak ada di luar diri,
Kebahagiaan itu ada di dalam diri.
Kebahagiaan adalah sikap bijaksana kita menghadapi setiap keadaan ,
Baik nikmat maupun musibah kita bisa menikmati dengan kebahagiaan.
Kebahagiaan ada bila sikap IKHLAS, SYUKUR dan SABAR ada di dalam diri.

Seperti Syaikh Ibnu Taimiyah yang tetap bahagia walaupun telah diasingkan dan dipenjara.
Beliau berkata “ Dipenjara aku berkholwat (mendekatkan diri kepada Allah), diasingkan aku tamasya, dibunuh aku syahid .“

Atau seperti Ummu Sulaim yang kehilangan anaknya pada waktu Abu Thalhah suaminya pergi menghadap Rasulullah, tetapi beliau tetap bahagia.
Ummu Sulaim berkata kepada seluruh keluarganya: "Janganlah engkau semua memberitahukan hal kematian anak itu kepada Abu Thalhah, sehingga aku sendirilah yang hendak memberitahukannya nanti."
Pada waktu suaminya datang dan bertanya "Bagaimanakah keadaan anakku?"
Ummu Sulaim menjawab: "Ia dalam keadaan yang setenang-tenangnya."
Kemudian Ummu Sulaim menyiapkan makan malam untuknya dan ia pun makan dan minumlah. Selanjutnya dia memperhias diri dengan sebaik-baik hiasan yang ada padanya dan bahkan belum pernah berhias semacam itu sebelum peristiwa tersebut.
Selanjutnya Abu Thalhah bermesraan dengan isterinya dan menyetubuhinya.
Sewaktu Ummu Sulaim telah mengetahui bahwa suaminya telah kenyang dan selesai melampiaskan hasratnya, ia pun berkata kepada Abu Thalhah:

"Bagaimanakah pendapat kanda, jikalau sesuatu kaum meminjamkan sesuatu yang dipinjamkannya kepada salah satu keluarga, kemudian mereka meminta kembalinya apa yang dipinjamkannya. Patutkah keluarga yang meminjamnya itu menolak untuk mengembalikannya benda tersebut kepada yang meminjaminya?"

Abu Thalhah menjawab: "Tidak boleh menolaknya - yakni harus menyerahkannya."
Kemudian berkata pula Ummu Sulaim isterinya: "Nah, perhitungkanlah bagaimana pinjaman itu jikalau berupa anakmu sendiri?"
Abu Thalhah lalu marah dan berkata: "Engkau biarkan aku tidak mengetahui - kematian anakku itu, sehingga setelah aku terkena kotoran (maksudnya kotoran bekas bersetubuh), lalu engkau beritahukan hal anakku itu padaku."

Abu Thalhah lalu berangkat sehingga datang di tempat Rasulullah s.a.w. lalu memberitahukan segala sesuatu yang telah terjadi, kemudian Rasulullah s.a.w. bersabda: "Semoga Allah memberikan keberkahan kepadamu berdua dalam malam mu itu."
Kemudian Ummu Sulaim hamil, dan setelah lahir diberi nama Abdullah oleh Rasulullah SAW.

Jadi Sahabat Hikmah…
Kita bisa IKHLAS, BERSABAR dan selalu BERSYUKUR…
Apabila kita FOKUS atas NIKMAT Allah yang BANYAK
BUKAN atas SATU NIKMAT Allah yang diambil-Nya..

Wallahu a’lam bishowab

Wassalam

Rabu, 10 Februari 2010

SEKEDAR BERBAGI RASA

SEKEDAR BERBAGI RASA

Orang sering keterlaluan ,

tidak logis dan egois,

Bagaimnapun, MAAFKANLAH..

Bila qta baik hati,

Bisa saja orang lain menuduh qta punya pamrih,

Bagaimanapun, BERBAIK HATILAH..

Bila qta sukses,

Qta akan mendapatkan beberapa teman palsu dan beberapa sahabat sejati

Bagaimanapun, SUKSESLAH..

Bila qta jujur,

Mungkin saja orang lain akan menipu qta

Bagaimanapun, JUJURLAH..

Apa yang qta bangun selama bertahun-tahun

Mungkin saja dapat dihancurkan oranglain dalam semalam

Bagaimanapun, BANGUNLAH..

Bila qta mendapat ketenangan dan kebahagian

Mungkin saja orang lain jadi iri,

Bagaimanapun, BERBAHAGIALAH..

Kebaikan yang qta lakukan hari ini,

Mungkin saja besok sudah dilupakan orang

Bagaimanapun, BERBUAT BAIKLAH..

BAGAIMANAPUN BERIKANLAH YANG TERBAIK DARI DIRI QTA

DAN AKHIRNYA JUGA MERUPAKAN URUSAN QTA DENGAN ALLAH

DAN BUKAN URUSAN QTA DENGAN MEREKA..

LAKUKAN YANG TERBAIK,

IKHLASKN UNTUK DZAT YANG MAHA BAIK..

Loser vs winner

Loser vs winner

Pemenang selalu punya program

Pecundang Selalu punya kambing hitam

Pemenang selalu melihat jawaban pada setiap masalah

Pecundang selalu melihat masalah pada setiap jawaban

Pemenang selalu berkata” itu memang sulit, tapi insyaALLAh bisa”

Pecundang selalu berkata “ itu mungkin bisa, tapi telalu sulit”

Pemenang itu membuat sesuatu terjadi

Pecundang itu hanya membiarkan sesuatu terjadi.

BATU KECIL

BATU KECIL

Seorang pekerja pada proyek bangunan memanjat ke atas tembok

yang sangat tinggi. Pada suatu saat ia harus menyampaikan pesan

penting kepada teman kerjanya yang ada di bawahnya.

Pekerja itu berteriak-teriak, tetapi temannya tidak bisa

mendengarnya karena suara bising dari mesin-mesin dan orangorang

yang bekerja, sehingga usahanya sia-sia saja.

Oleh karena itu untuk menarik perhatian orang yang ada di

bawahnya, ia mencoba melemparkan uang logam di depan

temannya. Temannya berhenti bekerja, mengambil uang itu lalu

bekerja kembali.

Pekerja itu mencoba lagi, tetapi usahanya yang

kedua pun memperoleh hasil yang sama. Tiba-tiba ia mendapat ide.

Ia mengambil batu kecil lalu melemparkannya ke arah orang itu.

Batu itu tepat mengenai kepala temannya, dan karena merasa sakit,

temannya menengadah ke atas? Sekarang pekerja itu dapat

menjatuhkan catatan yang berisi pesannya.

Allah kadang-kadang menggunakan cobaan-cobaan ringan untuk

membuat kita menengadah kepadaNya. Seringkali Allah melimpahi

kita dengan rahmat, tetapi itu tidak cukup untuk membuat kita

menengadah kepadaNya. Karena itu, agar kita selalu mengingat

kepadaNya, Allah sering menjatuhkan "batu kecil" kepada kita

SO, husnuzhanlah kpd Allah